Akhir 90-an ada sebuah bengkel sangat sederhana yang hanya bermodalkan peralatan seadanya, milik orang kampung yang tidak pernah kuliah. Tempatnyapun hanya kontrakan petak berukuran 1,5 X 2M, dimana siang jadi bengkel, malam jadi rumah. Saya bawa motor saya untuk dikorek biar larinya yahud. Setelah motor selesai, pemilik sekaligus mekanik bengkel tersebut berpesan,”Kalo ngga enak balik lagi, saya bikin enak tanpa biaya alias gratis… Kalo enak, silahkan dateng ke sini, ama temen2nya juga ngga papa. Saya siap melayani segala pertanyaan dan keluhan soal mesin dan balap…(bagi-bagi ilmu maksudnya).
Beberapa tahun berlalu, kini bengkelnya telah pindah ke pinggir jalan raya dan telah dilengkapi dengan toko aksesoris. Alat2nya pun sudah di-update. Konsumennya macam2, dari ABG, bapak2, ibu2, dari SES A sampai C berdatangan, bahkan antrenya bukan main. Bisa dari jam 9 masuk, jam 5 sore keluar. Malahan ada beberapa bank yang keukeuh menawarkan kredit padanya hingga milyaran. Tak ketinggalan produsen oli dan onderdil motor ikut mensponsorinya. Bengkel itupun sempat beberapa kali dimuat di tabloid ot_ _ _tif. Kini sang pemilik bengkel sudah memiliki rumah sendiri, 5 motor pribadi dan 3 motor oprasional untuk anak buahnya. Omsetnya sudah mendekati 100 juta/bulan. Dia pun berencana untuk memperluas pangsa pasar dengan membuka bengkel cabang dan aksesoris motor.
Ketika saya bertanya, apa kiatnya? Dia menjawab,” Jangan pernah memandang semut itu kecil, karena lebih baik jadi kepala semut daripada buntut gajah. Sebab untuk menjadi kepala gajah yang ideal, harus bisa menjadi kepala semut yang benar”.
Saya berpikir apa maksudnya… Hingga akhirnya saya menyimpulkan, bahwa jangan pernah hilang percaya diri. Yakinlah sekecil apapun Anda, pasti berguna. Jangan pernah menyerah, meresa cepat puas, teruslah belajar dan beranikan diri untuk mempraktekannya. Dan jangan pernah setengah2 dalam merealisasikan mimpi dan tujuan. Sesungguhnya setiap manusia adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. Kalau jadi pemimpin bagi diri sendiri saja tidak bisa, jangan harap bahkan jangan mimpi untuk jadi pemimpin yang lain.